Teknologi Internet dan New Media Menghadapi era New Normal
Pandemi Covid-19 menunjukan betapa penting dan bermanfaatnya solusi digital dalam mengembangkan bisnis. Terlepas dari dampak ekonomi yang muncul akibat pandemi, sisi positif yang dapat diambil dari fenomena ini adalah percepatan pengembangan teknologi, terutama inovasi teknologi yang membantu mengurangi kontak antar manusia, otomatis proses hingga peningkatan produktivitas di tengah social maupun physical distancing. Berikut tren teknologi pasca pandemi Covid-19 dan new Normal:
1. Artificial Intelligence (AI)
AI akan sangat berguna bagi indistri retail dan supply chain. Melalui machine learning (ML) dan analisis data lebih lanjut, AI akan membantu perusahaan mendeteksi pola belanja baru dan memberikan pengalaman yang lebih dipersonalisasi kepada pelanggan. Sistem yang mendukung AI juga terus belajar sehingga membantu perusahaan menghadapi dan beradaptasi dengan New Normal selanjutnya. Selain memprediksi perilaku konsumen, chatbot yang didukung AI dapat memberikan dukungan klien 24/7 yang akan sangat berguna dalam mendukung social distancing.
2. Cloud Computing
Pada metode pembelajaran online yang mengharuskan siswa maupun pendidik menggunakan layanan video conference berbasis cloud. Layanan serupa juga dilakukan perusahaan di lintas industri. Ke depannya, lembaga pendidikan hingga beragam bisnis akan cenderung terus memanfaatkan teknologi cloud. Ketika permintaan untuk cloud bertambah, implementasinya ke ranah mobile demi akses yang lebih mudah akan menjadi kunci semakin berkembangnya layanan cloud.
3. Jaringan 5 G
Penyebaran jaringan 5G akan terjadi antara tahun 2020 hingga 2030, memungkinkan koneksi tanpa jarak bahkan antara manusia dan mesin yang saling terhubung. Jaringan 5G mampu menawarkan kecepatan lima kali lebih cepat serta koneksi yang stabil.
Jaringan 5G memiliki potensi untuk merevolusi fungsi jaringan selulerlebih cepat dikarenakan Covid-19. Sebab sejumlah orang didorong untuk karantina diri, bekerja hingga belajardari rumah sehingga menciptakan permintaan Bandwidth yang lebih tinggi.
4. Internet of Things (IoT)
IoT memungkinkan pemerintah daerah untuk memprediksi daerah mana saja yang akan terdampak banjir . Teknologi IoT juga memungkinkan adanya alat pintar yang dapat mendeteksi apakah sebuah makanan sehat atau tidak. Dikarenakan pandemi, di mana orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, perangkat IoT akan mendapatkan tempatnya. Berkat fiturnya yang dapat memudahkan kehidupan orang-orang dalam kehidupannya sehari-hari, perangkat IoT menjadi hal yang trendi. Satu contoh di mana IoT membantu masyarakat di saat pandemi atau New Normal di Indonesia adalah perangkat telemedik yang dapat membantu memonitor indikator kesehatan seseorang.
5. Keamanan siber
Keamanan siber adalah salah satu teknologi vital bagi perusahaan, utamanya bagi perusahaan yang proses bisnisnya mengandalkan teknologi berbasis data. Selama pandemi Covid-19, banyak individu didorong untuk bekerja secara remote sehingga besar kemungkinan data pribadi lebih rentan atau setidaknya tidak dilindungi dengan cara yang tepat. Selain itu, peningkatan serangan ransomware di lembaga kesehatan bahkan peretasan di pusat penelitian juga terjadi saat pandemi sehingga mendorong pentingnya perlindungan data.
Manfaat Teknologi AI di Masa New Normal
1. AI membantu konsumen lebih bijak mengatur pengeluaran
Teknologi AI dapat mengatur dan menganalisis berbagai data secara real-time, termasuk data perbankan. Perusahaan fintech banyak yang memanfaatkan AI untuk membantu pengguna mengurangi pengeluaran, menemukan kesepakatan, dan menghemat uang. Hal ini tentu menguntungkan mengingat, saat ini, orang Amerika mencari lebih banyak penawaran daripada sebelumnya.
2. AI membuat Wi-Fi dapat diandalkan dan cepat
Teknologi AI ini juga memecahkan masalah konektivitas pengguna melalui data yang lebih cerdas, serta pemecahan masalah otomatis dan identifikasi masalah jaringan secara real-time. Misalnya, jaringan berbasis AI Juniper Networks baru-baru ini mengoptimalkan pengalaman Wi-Fi untuk karyawan di Gap dan siswa serta pengajar di Dartmouth College.
3. AI memungkinkan pengguna berbicara dengan perangkat
Teknologi ini juga dapat lebih memahami maksud pengguna, meskipun kata-kata tidak dikomunikasikan dengan sempurna. Saat ini, orang dapat berinteraksi dengan agen AI secara cerdas dan menerima respons yang dipersonalisasi. Pengenalan ucapan otomatis (ASR) semakin canggih hingga ke titik di mana pengguna dapat memesan penerbangan atau hotel melalui agen AI. Sistem ASR dapat mengidentifikasi maskapai atau produk yang relevan dan melanjutkan ke proses pembayaran. Di antara perusahaan, 43 persen mengatakan mereka saat ini mengirim komunikasi bertenaga AI kepada karyawan. 35 persen mengatakan mereka mengirim interaksi yang didukung AI kepada pelanggan, menurut laporan Ilmu Naratif yang disebutkan di atas.
Manusia dan AI bekerja sama untuk menghasilkan hasil yang diinginkan. Seperti yang ditunjukkan contoh di atas, AI memiliki sejumlah kasus penggunaan praktis untuk wirausahawan dan perusahaan yang meningkatkan pengalaman dan pengguna yang lebih baik - bahkan di tengah-tengah kenormalan baru.
Komentar
Posting Komentar