Ilmu Budaya Dasar Kehidupan Manusia dengan Penderitaan Pengaruh dan sebab- sebab
Ilmu Budaya Dasar: Kehidupan manusia dengan Penderitaan
Pengaruh dan sebab- sebab
Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah
menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat dirasakan
oleh manusia. Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Manusia dikatakan
menderita apabila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
Intensitas
penderitaan manusia bertingkat- tingkat, ada yang berat dan ada juga yang
ringan. Akibat penderitaan yang bermacam- macam, ada yang mendapat hikmah besar
dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Karena
itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.
Penderitaan
termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan
berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan
oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah
bagian dari kehidupan.
Contoh dan Sebab Penderitaan
Berdasarkan sebab- sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi menjadi:
- Nasib Buruk, penderitaan ini karena perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir adalah jika takdir ditentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk karena ulah manusia itu sendiri. Contoh: Penderitaan yang timbul karena penyakit/ lainnya, namun dengan kesabaran dan tawakal merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
- Kehilangan Orang tua, penderitaan ini yang paling sering kita jumpai dan sangat sedih tentunya, tapi kesedihan karena penderitaan diharapkan tidak berlarut- larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhan.
- Kemiskinan, Banyak orang yang menderita karena kemiskinan, merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga megakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini dikarenakan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah diberikan oleh tuhan.
- Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja datang dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit disembuhkan.
Pengertian Siksaan
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan, baik fisik ataupun jiwanya. Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis yang dapat sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara introgasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan yang dianggap sebagai ancaman. Siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Jenis- jenis Siksaan yang bersifat Psikis:
- Kebimbangan, memiliki arti tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih.
- Kesepian, Rasa sepi yang dialami pada dirinya sendiri/ jiwanya walaupun ia dalam lingkungan ramai.
- Ketakutan, adalah sebuah bentuk yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu di besar- besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
Penyebab sesorang merasa ketakutan:
- Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
- Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
- Kegelapan adalah rasa takut apabila seseorang berada di tempat gelap.
- Kesakitan adalah ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
- Kegagalan adalah ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang dijalankan mengalami kegagalan.
Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar,
Gejala pemulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental:
- Nampak pada jasmani yang seing merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
- Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah
- Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya di hinggapi khayalan, dikejar- kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
- Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi social.
- Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri.
- Terjadinya konflik sosial- budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap- tahap gangguan jiwa:
- Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala- gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani nya.
- Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif.
- Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
- Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
- Dipicu oleh faktor psychoeducational, faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah, konflik- konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
- Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seseorang anak tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya, gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
Sebab- sebab Timbulnya Kekalutan Mental:
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
- Terjadinya konflik sosial budaya.
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderita dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Pembebasan dari penderitaan pada hakikatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun Tuhan yang menentukan hasilnya.
Penderitaan, media massa, dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar tv, radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa- peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat luas dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.
Penderitaan mengenai wabah Covid-19 apakah mengganggu ancaman mental
Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang mengalami paranoid. Kondisi psikologis & fisiologis mereka menjadi terganggu akibat di bombardir dengan pemberitaan tentang wabah ini. yang memungkinkan banyak mengganggu psikis seseorang, membuat phobia atau menjadi menambah pikiran dan kekalutan mental.
Tekanan psikis seseorang semakin berat saat kebijakan pembatasan aktivitas di luar atau aktivitas yg sebagaimana nya dilakukan "dirumah saja" banyak masyarakat yang mulai merasa penat. Disaat bersamaan harus menerima informasi meluap dari media sosial.
Sumber:
myfatihurrizqi.blogspot.com/2016/04/makalah-manusia-penderitaan.html
Komentar
Posting Komentar