Bagaimana cara Memproduksi TV Analog & TV Digital

 Peng. Tek. Internet & New Media # 


Bagaimana Memproduksi Tv Analog?


Tv Analog merupakan jenis televisi yang menggunakan gelombang radio berbentuk tube atau tabung CRT (Chatode Ray Tube) yang sinyalnya dipancarkan hingga berwujud suara dan gambar dengan modulasi analog. Untuk mendapatkan siaran televisi analog digunakan alat penangkap sinyal yang disebut antenna. Pada siaran televisi analog, semakin jauh letak antena dari stasiun pemancar televisi, sinyal yang diterima akan melemah dan mengakibatkan gambar yang diterima oleh pesawat televisi menjadi buruk dan berbayang. 

Pemancar TV Analog adalah pada proses pengodean sumber dan multiplexing atau pada pengodean kanal. Pada siaran TV Analog, sinyal video komposit dipancarkan sebagai sinyal FM yang keduanya merupakan sinyal termodulasi analog.


Siaran TV Analog, konten siarannya dipancarkan melalui pemancar analog menjadi sinyal TV Analog pada frekuensi radio uhf/vhf dan diterima oleh pesawat TV Analog melalui antenna uhf/vhf. 



Bagaimana Memproduksi TV Digital?


Televisi Digital merupakan jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Proses modulasi adalah proses perubahan suatu gelombang sehingga menjadikan suatu sinyal yang mampu membawa suatu informasi. Perkembangan dari siaran analog ke digital yang mengubah informasi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

 Pada awal pengoperasian sistem digital, dilakukan siaran TV secara Bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Ujicoba sistem tersebut dilakukan sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV digital yang paling ekonomis. Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan televisi analog dan televisi digital adalah 1 : 6 artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan Teknik multiplex, dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda. TV digital ditunjang oleh produksi peralatan audio visual (video camera, dll) yang menggunakan format digital dan sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Penyiaran televisi digital juga menggunakan frekuensi radio VHF/UHF, namun kontennya berupa digital. Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. 


Sistem Pemancar Televisi Digital


Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terrestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terrestrial (ISDB-T) di Jepang. Namun, sistem penyiaran televisi di Indonesia menggunakan standar yang lebih berkembang yaitu menggunakan standar penyiaran DVB-T2 (Digital Video Broadcasting- Terrestial Second Generation). Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV, MPEG-1 untuk DVB-T.   


Siaran televisi terrestrial dapat diterima oleh sistem penerima televisi tidak bergerak maupun sistem penerima televisi tidak bergerak maupun sistem penerima televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil atau kereta.



Sumber: 

https://jurgenirgo.wordpress.com/2017/12/19/cara-memproduksi-siaran-tv-digital-dan-analog/

https://fakhrimahdi67.wordpress.com/2015/11/12/perbedaan-tv-digital-dan-tv-analog/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Budaya Dasar Manusia dan Pembalasan

Kelebihan dan Kekurangan Alat MPOS sebagai alat pembayaran dalam bidang Perbankan

Langkah - langkah proses Pembuatan Video Game